Dear bunda,
Bunda, banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu.
Bunda, waktu itu aku adalah seorang bayi mungil yang tidak mengerti
“siapakah gerangan seseorang yang menggendong aku disaat menangis”,
“siapakah dia seseorang yang memberiku air susunya ketika aku merasa lapar dan haus”.
Yang aku tahu hanya menangis, menangis dan menangis.
Bunda betapa lelah, letih dan capainya engkau
ketika harus meniduri dan meninabobokanku dalam kepekikan malam yang sunyi dan lengang,
namun kau tetap terjaga.
Seandainya aku tau, begitu engkau menyayangi aku,
mungkin aku akan segera terlelap tanpa harus menyusahkanmu dan menangis lagi.
Bunda, kau memberiku jalan, untuk memilih yang terbaik untukku.
Kau membuka kesempatan agar aku mengetahui segalanya.
Aku berlari untuk menggapainya, dan aku terjatuh.
Namun bunda, engkau memapahku untuk bangkit dan mengejar impian dan cita - citaku.
Aku menyelaminya satu per satu, dan aku terasingkan.
Namun bunda, engkau membersihkan pandanganku agar lebih jernih aku melihat,
siapa kawan dan siapa lawan.
Bunda, kau mengajari aku arti kesabaran dan kekuatan.
Mungkin kau lupa, waktu itu kau membanting tulang agar dapat mempertahankan hidupku.
Bunda, kau mengajariku ketegaran dalam menghadapi kesulitan.
Mungkin kau tidak ingat, waktu itu kau memberiku semangkuk bubur,
sementara diluar sana banyak orang yang menghambur-hamburkan makanannya.
Bunda, kau mengajariku berdoa kepada Tuhan.
Mungkin pada waktu itu kau sedang dalam keadaan khusuk,
sehingga tidak melihat bahwa aku sedang memperhatikanmu dan bertanya-tanya,
apakah yang bunda minta kepada Tuhan?
Bunda, I LOVE YOU